Satu Penemuan Baru Dalam Hidup
Karena menemukan sekeping brochure photostat MLM memberikan saya satu penemuan baru dalam hidup. Tetapi sebenarnya saya dah penat dan serik dengan MLM. Dah terlampau banyak sangat keluar masuk dalam bisnis MLM ini tanpa memberikan apa-apa hasil, bahkan sebaliknya modal banyak yang lebur. Setiap bulan nak cukup kouta terpaksa beli barang. Bila barang tak terjual, nak pakai sendiri pun dah banyak sangat sehingga akhirnya tamat tempuh lalu terpaksa buang ke tong sampah.
Pada awalnya memang excited giler bila masuk MLM ni. Apalagi bila tengok upline yang sukses setiap bulan income mereka masuk puluhan ribu. Kita pun mulalah berangan nak capai level macam. Mulailah bekerja keras nak cari downline. Kampanye sana kampanye sini. Tapi sorang pun tak nak masuk bawah kita. Sudahnya semangat yang menggebu tadi terus redup dan padam macam pelita ayam ditiup angin.
Dalam pada itu, pernah juga saya ngobrol dengan seorang teman. Suatu masa dulu top-top level MLM bukan main gah lagi, tapi sekarang dah tak buat bisnis itu lagi, sedangkan perusahaan yang mereka wakili masih berdiri kokoh. Dulu heboh dah tak nak bermain atau menyanyi karena nak tumpu pada bisnis yang tengah ligat. Tapi setelah itu nampak muka muncul baik kat TV atau kat pentas.
Kita berbalik pada brochure photostat tadi. Ceritanya dimulai waktu arwah mak saya baru keluar dari rumah sakit karena terkena serangan 'stroke'. Bila tengok kondisi dia dengan mulutnya dah senget serta tangan dan kakinya sebelah dah lembek, kitapun naik kesian juga.
Kami adik beradik mulalah ikhtiar cari tukang pijat. Manalah tahu kot bisa baik. Di mana orang kata ada tukang pijat yang baik, kami pergi atau bawa tukang urut datang rumah. Biasanya bila bawa tukang pijat ke rumah, chargenya mulalah gandakan. Tak apa, asalkan mak sembuh. Tak tak juga baik.
Bila kawan bagitahu ada pakar stroke di Gua Musang, kami bawa dia datang ke KL meskipun harganya tinggi. Tetapi ketika pakar ni kata mak saya ada 'dampingan' dan 'terkena badi', kami mulai kelu dan keliru. Antara percaya dan tidak, bila dia minta kami sediakan 'barang-barang' yang dibutuhkan untuk berobat, kami turut saja. Tapi mak saya tak sembuh juga. Mulutnya masih miring dan kaki dengan tangannya masih lembek.
Sampai suatu hari saya terjumpa kat dalam koran sekeping brochure photostat MLM pada satu jenis obat yang HEBAT bisa menyembuhkan apa saja jenis penyakit termasuk angin, ahmar, saya mulai tertarik.
Saya baca setiap patah ayat yang tertulis kat brochure tu. Saya mulai yakin bahwa obat ini bisa sembuhkan mak saya. Saya pun sms pada nama yang ada kat brochure tu. Selang setengah jam, dia call saya. Katanya dia sekarang di Johor Bharu dan 4 hari lagi baru dia naik ke KL. Kami buat temu-janji.
Sampai waktu, dia call saya bagitahu dia dah sampai KL. Kami berjanji bertemu di sebuah restoran di USJ Taipan. Dia kenalkan dirinya. Katanya dia dulu pegawai bank. Dia berhenti kerja setelah 4 bulan buat bisnes MLM ni. Dia untuk saya mencoba sample obat dan tunjuk laporan-laporan scientist dan ahli gizi dari seluruh dunia tentang nutrisi itu.
Saya semakin yakin. Saya terus minta nak isi formulir. Tapi dia juga minta pikir dulu karena katanya kalau nak masuk memang mahal sikit dan harga obatnya pun agak mahal. Saya jawab tak apa, saya sanggup berapa saja harganya asalkan mak saya sembuh.
Alhamdulillah, setelah 10 hari kami untuk mak obat itu, dia sembuh dan dah bisa berjalan. Semua anggota keluarga macam tak percaya. Macam ada satu kuasa ajaib datang menyembuhkan penyakit mak saya. It 'sa great miracle. Alhamdulillah syukur ...!
Tetapi setelah mak saya dapat tahu harga obat itu mahal, dia mulai liat nak makan. Katanya dia kesiankan saya karena terpaksa keluar duit banyak-banyak untuk beli obat itu. Kami pujuk dia yang kami adik-beradik berbagi bayar harga obat itu. Tapi hati dia keras. Setiap kali bibik nak untuk dia makan, dia mengelak.
Namun dalam usianya yang sudah melebihi 80 tahun dan berbagai penyakit lain ada ... darah tinggi, diabetes dan jantung, dia sekali kali terpaksa masuk rumah sakit.
Dalam pengobatan kali ini, dokter berbisik pada kami adik-beradik bahwa paru-paru mak kami dah dimasuki air dan minta kami bawa balik ke rumah. Selang 2 bulan setelah itu, dalam kondisi dirinya yang sudah sekarat, pada tanggal 1 Mei lalu dia telah menghembuskan nafasnya yang terakhir di sisi kami adik beradik. Al-Fatihah untuk arwah mak kami.
Share on Facebook
































































