Akhirnya pukul 3.00 sore Jumat kemarin tele-movie 'Fajar Kinaboi' ditayangkan di RTM2. Saya memang menunggu tayangan tele-movie itu untuk mengetahui sejauh mana atau berapa banyak perubahan yang telah dilakukan terhadap naskah asli saya.
Seperti yang telah diduga, nama penulis skrip telah diubah menjadi nama 'Melati Puteh'. Saya dan kawan-kawan bertanya-tanya juga siapa dia penulis skrip bernama 'Melati Puteh' ini. Apakah dia seorang perempuan atau jantan?
Kalau benar 'Melati Puteh' ini seorang penulis skrip atau seorang karyawan, ia tentunya tidak sanggup namanya digunakan ke atas sebuah karya orang lain. Saya sendiri akan merasa malu dan tidak tega untuk melakukannya.
Dalam mengikuti tele-movie itu, intro saya adalah menunjukkan karakter yang dibawa oleh Faisal Hussein sedang mengendarai sebuah kendaraan 4WD hardcore meredah hutan dalam kondisi yang menantang dan berlatar belakangkan pemandangan hutan yang menarik dan telah diubah ke dukun Aborigin sedang mengobati pasien.
Selanjutnya tidak ada apa-apa perubahan yang telah dilakukan. Semuanya sama dengan cerita dari naskah saya. Kalau pun yang telah tukarkan adalah membuang penggunaan kendaraan 4WD dan membuat karakter-karakter dalam tele-movie itu meredah hutan secara berjalan kaki.
Tujuan asal saya menempatkan penggunaan kendaraan 4WD adalah untuk menampilkan kepada penonton teknik-teknik mengemudi kendaraan 4WD di rute-rute yang sulit dalam hutan. Di samping penonton mengikuti jalan cerita, mereka juga berpeluang belajar teknik berkendara 4WD dan di samping itu secara tidak langsung akan menaikkan rating tele-movie itu.
Perubahan yang telah dilakukan itu adalah semata-mata untuk menghemat biaya dan senang untuk direktur melakukan syuting. Selain dari karakter utama dan karakter pembantu dengan 4WD, pejabat Perhilitan juga dengan 4WD dan telah diubah 2 orang pegawai itu berjalan kaki dalam hutan dalam melacak pemburu ilegal.
Selanjutnya setiap plot dan sub-plot cerita itu tidak ada apa-apa perubahan. Semuanya sama. Kalau ada pun perubahan itu sekadar direngkaskan supaya senang untuk mereka melakukan syuting.
Kalau begitulah keadaannya, jika duit saya sebesar RM2, 000 itu telah dibayarkan kepada 'Melati Puteh' dan kalau benarlah 'Melati Puteh' telah menerima duit itu, saya merasakan ia adalah sesuatu yang amat jijik.
Terima kasih saya kepada kawan-kawan direktur drama, aktor drama dan juga teman di Internet yang telah memberi dukungan kepada saya.
Seperti yang saya beritahu, saya bukan bertujuan meraih simpati. Tetapi apa yang saya butuhkan adalah dukungan dari semua direktur-direktur drama, aktor drama, production team dan juga teknis kru agar nasib mereka juga tidak akan dipermainkan oleh setiap produser yang hanya penting keuntungan semata-mata.
Kami dalam bidang ini telah banyak melalui pengalaman dengan produser kemut. Sehingga ada produser yang sanggup menyediakan sendiri makan dan minum artis dan kru dari rumahnya demi menghemat uang. Ada juga produser yang hanaya untuk bajet untuk sarapan sebanyak RM1.00 saja kepada artis dan kru, sedang harga segelas teh tarik pun lebih dari itu.
Kalau hendak diceritakan memang banyak cerita-cerita yang menyakitkan hati. Apa yang diharapkan biarlah produser-produser itu ada hati-perut sikit terhadap kami anak-anak seni.
Share on Facebook






























































