Dunia produksi film dan drama bukan hanya penuh dengan pancaroba, tetapi banyak tikam-menikam dan pancung memancung yang terjadi. Siapa yang kuat akan terus melonjak ke atas dan siapa yang lemah menjadi korban tindasan.
Saya tak tahu tentang dunia produksi di Hollywood, Bollywood, Hong Kong, Chinawood, Matsalehwood atau lain-lain wood di dunia ini. Tetapi di Malaywood, semua itu adalah hal lumrah.
Seingat saya ketika di era Studio Merdeka membawa ke era Sabah Film di mana film 'Si-Badul' yang pertama dirilis sampai ke era RTM memulai drama swasta sebelum munculnya TV3, hal-hal begini tidak berapa jelas sangat.
Tetapi sejak 10 tahun belakangan ini dengan munculnya banyak produser-produser baru, aktor-aktor baru, direktur-direktur baru dan juga production crew dan technical crew baru, saingan menjadi semakin rancak dan mulai terjadi tindas-menindas.
Masalah ini bersumber karena keterlibatan orang-orang baru dalam dunia ini bukan karena seni, tetapi karena glamour dan duit. Maka siapa yang berjuang karena seni akan terus menjadi korban back-stabbing.

Maka itu jugalah yang terjadi pada saya baru-baru ini. Kalau Anda perhatikan salinan di atas, itulah proposal yang telah saya sediakan untuk RTM. Setelah disetujui oleh panel-panel RTM, penulis skrip akan mulai menulis skrip setelah pihak produser membayar uang muka.
Pada awal tahun 90an dulu, setiap script tele-movie senilai antara RM5, 000 sampai ke RM7, 000 per skrip. Sempat jugalah saya merasa kemewahan dari hasil tulisan kita pada waktu itu. Tetapi kini meskipun nilai mata uang kita sudah tidak seperti dulu lagi, sebuah skrip tele-movie hanya berharga sebesar RM3, 000 sampai RM4, 000 saja.
Kembali kita ke skrip 'Fajar Kinaboi' ini, saya letak harga sebesar RM3, 500 saja kepada produser yaitu Suar Channel. Tapi Che Din, Executive Producer perusahaan produksi itu sanggup tawar menawar bayarannya. Akhirnya saya putuskan pada harga RM3, 000 saja, tetapi beliau minta kurang lagi dan sanggup membayar RM2, 800 saja.

Karena janji beliau yang saya juga akan menjadi Asisten Manager untuk tele-movie ini, saya setuju dengan pembayaran skrip sebanyak itu. Sebagai awal beliau menjelaskan pembayaran sebesar RM800.00 dahulu kepada saya.
Seperti yang dijanjikan yang saya akan menjadi Asisten Manager ke produsernya sendiri, Azmi Musa yang akan mengarah tele-movie itu, saya terus recee lokasi di hutan yang sesuai dan menyediakan 2 buah kendaraan 4WD yang akan digunakan dalam tele-movie itu.
Shaharuddin Thamby saya sarankan sebagai karakter utama dan aktor pembantunya adalah Ramli Salleh. Tetapi tanpa pengetahuan saya mereka langsung memulai syuting menggantikan dengan aktor Faizal Hussein.
Bukan sekedar itu saja, bahkan saat saya telepon Che Din menanyakan sisa pembayaran script saya, beliau sanggup membuat cerita mengatakan dia tak bisa bayar sisa itu kepada saya karena script itu telah diolah oleh penulis lain.
Kalau sudah begitu katanya, saya terpaksa terima sajalah. Meskipun saya ada hak atas saldo pembayaran skrip itu, namun apalah kudrat saya. Mungkin hal ini tidak diketahui oleh pihak RTM, apalagi publik.
Tetapi kemusyikilannya di sini kenapa harus orang lain olah skrip itu? Apa parah sangatkah script saya? Kalau benar begitu, kenapa tidak 'orang lain' yang olah skrip itu sediakan konsep dan proposal skrip ini dari awal untuk dipersembahkan kepada RTM?
Perlu diingat bahwa judul, konsep dan ceritanya adalah hasil karya saya. Judul 'Fajar Kinaboi' juga ada saya terangkan pada proposal awal kepada pihak RTM.
Saya rasa sedih ketika kerapkali dan banyak pula karyawan atau orang seni seperti kami ini sering menjadi korban tokoh bisnis. Saya katakan begitu karena produser atau production house ini bukan orang seni. Mereka adalah perdagangan. Demi mendapat untung mereka sanggup lakukan apa saja terlepas halal atau haram.
Tujuan saya di sini bukanlah hendak memperburuk siapa. Tetapi sesuatu yang buruk itu harus diungkap agar orang banyak tahu. Takkan kita tulis script bersengkang selama seminggu hanya delapan ratus rupiah saja imbuhannya.
Saldo sebesar RM2, 000.00 itu bukan sedikit sebenarnya. Itu adalah sebulan gaji seorang Junior Executive. Duit sebanyak sebanyak itu bisa makan selama 2 bulan untuk beberapa keluarga sederhana.
Dan tele-movie 'Fajar Kinaboi' ini akan keluar di RTM pada hari Jumat tanggal 30 Januari 2009 nanti. Itupun saya tak tahu apakah nama saya dipertahankan selaku penulis skrip atau tidak dalam credit title nanti.
Saya hanya mampu berdoa semoga manusia yang berhati lalim itu akan menerima balasannya. Amin.
Share on Facebook































































Saya sebenarnya bukan mengharapkan simpati Anda dengan apa yang saya bentangkan ini. Tetapi apa yang penting adalah dukungan agar direktur drama, penulis skrip, aktor, production team dan teknis kru tidak lagi diperkotak-katikkan oleh produser yang hanya pentingkan keuntungan semata-mata.